Rabu, 07 Juni 2017

Dan Senyumlah

"Menelusuri hening malam hari-harimu terlewatkan 
Kau hanya bicara berteman khayalan
Kau tak mendapat jawaban"



Suka sekali dengan bagian lirik lagu ini. Lagunya memang enak.


Jumat, 02 Juni 2017

Ada pernah suatu pagi yang dingin. Ketika tidak ada tempat berpulang bernama rumah. Saat keluarga hanya bisa dibentuk oleh fantasi. Dan sentuhan, cinta, wajah-wajah bertumpukan, tapi tidak akan pernah bisa merasa... karena tidak ada yang nyata.

Pagi itu bisa datang kembali. Cepat atau lambat. Apakah ikhlas bisa menyenangkan dirinya sendiri? Apakah pasrah sudah lebih dari cukup? Meminta sama dengan keinginan. Dan kadang mungkin tidak ada jawaban selain batas antara bangun atau jatuh bila sudah waktunya...


Selasa, 30 Mei 2017

Mimpi Malam Tadi

Mimpi malam tadi antara perpaduan sedikit erotisme, ketakutan yang dingin dan lebih banyak lagi tentang kenangan. 

Tapi saya tidak akan bahas erotismenya, hanya saja saya ingat keluar dari sebuah bangunan mall (atau pertokoan) larut malam lalu saya sadar saya tidak punya jemputan untuk pulang. Saya berpikir "Wah sudah telat sepertinya memesan Gojek" sementara mendadak sekitar saya menjadi sepi, hanya ada beberapa mobil dan motor terparkir, tukang jualan, lelaki-lelaki di sekitar halaman parkir yang membuat saya cemas. Saya berpikir, ini kelamaan bila saya pesan Gojek sampainya. Lalu saya sempat bingung apakah masuk ke dalam mall lagi (berharap disana lebih ramai orang) ataukah berjalan keluar dari kompleks. Bayangan beberapa lelaki asing itu membuat saya merasa khawatir. Jadi saya putuskan berlari cepat keluar menuju jalanan raya. 

Saya mendengar seorang lelaki tertawa dan berkata sesuatu, tentang saya, tapi saya tidak tahu apa. Saya terus berlari cepat. Cepat sekali, rasanya saya sama seperti The Flash. Masih terdengar sedikit suara lelaki itu dan bayangan wajahnya begitu saya menengok ke belakang seakan ia berusaha mengikuti saya. Saya terus berlari... berlari dan akhirnya ketika ia tidak ada lagi, saya merasa lega. Saya sudah ada di keramaian. 

Tapi entah bagaimana, pikiran baru terlintas : Saya mau kemana? Pulang kemana? Lalu saya menjawab sendiri : Ya ampun, saya kan tidak punya rumah! Mendadak saya yakin tempat di dalam mimpi saya ini adalah Bandung. Atau mungkin juga Jakarta. Apapun itu tapi mimpi ini terjadi saat saya suka punya kebiasaan pindah-pindah kos. Dan mendadak, saya sampai di sebuah pagar besi rumah mungil. Agak mirip penampakannya dengan rumah kos pertama saya di Jatinangor dulu. Atau waktu saya di Jakarta pertama kali.

 Saya hanya melewatinya... saya tidak mau masuk. Pikiran saya : "lah itu kan bukan rumah saya lagi... Saya kan sudah tidak diterima lagi mana bisa masuk." Lalu saya berdiri di pinggir jalan, berpikir sebentar mau kemana. Masih teringat ada perasaan cemas, perasaan ketakutan dan lebih lagi suatu kesepian. Bahwa saya seorang diri dan saya tidak punya tujuan untuk pulang. Ingin tidur, ingin sembunyi. Saya merasa tidak aman. Sekilas, saya merasa ada dalam bahaya. 

Ide lain datang yaitu "ah kenapa tidak menginap di MCD saja.... atau restoran 24 jam" tapi saya tahu harus pesan Gojek dulu. Saya pun menyeberang menuju Indomaret (berharap masih buka untuk mengulur waktu sampai Gojek datang) tapi begitu membuka pintu, isinya malah kafe dengan jualan kopi dan roti. Begitu masuk, saya memesan agak banyak dan dilayani seorang perempuan muda berusia sekitar 17 atau 19 tahun yang sedang bekerja bersama ibunya. Saya tidak tahu dia siapa, tidak pernah juga merasa bertemu dia di dunia nyata. Lalu mimpi saya pun selesai. Diakhiri dengan perasaan lega karena kecemasan tentang tujuan pulang itu sudah berakhir walau masih terasa... seakan itu bukan mimpi. Melainkan revisiting satu momen yang agak saya kurang suka, tentang malam yang dingin, sendirian dan merasa putus asa. Sekitar tiga atau empat tahun yang lalu.

*sekedar catatan

Kamis, 25 Mei 2017

Lactacyd Herbal, Perlengkapan Untuk Percaya Diri








Sebagai seorang perempuan, kita pasti memiliki kebutuhan dan keinginan yang ingin dicapai tiap harinya. Kebutuhan dan keinginan itu diantaranya berhubungan dengan usaha untuk menjaga kecantikan, baik luar maupun dalam. Ada banyak produk yang dirilis di pasaran dengan berbagai merek, harga dan kandungan yang menjanjikan. Tentu di antara kesibukan kerja, produk-produk itu menjadi semacam “harapan” tersendiri untuk kita, mulai dari produk lotion untuk mengencangkan kulit, pelembab wajah yang menghilangkan jerawat, lulur untuk kulit lebih lembab, suplemen untuk asupan vitamin E, dan banyak lagi. Karena tentu tidak semua orang punya uang untuk perawatan mahal, produk-produk itu diharapkan mampu memuaskan setiap pelanggannya dan hasilnya benar-benar ada, terutama bagi kita perempuan yang memang ingin selalu tampil cantik dan menarik.

Saya pribadi selalu mengira bahwa setiap bagian tubuh dan kulit saya sudah dirawat, mengandalkan pada produk-produk yang memang mudah di akses di pasaran tersebut. Namun nyatanya, seringkali ada bagian yang sebenarnya sudah jelas harus juga mendapat perawatan, tapi saya telat atau baru tahu bahwa bagian ini juga cukup penting untuk dijaga. Ya, bagian intim V.

Beberapa tahun yang lalu, saya tidak merasa merawat dan melindungi bagian intim adalah hal yang penting. Waktu saya remaja, untuk membersihkan bagian intim, palingan memakai sabun biasa yang biasanya untuk tubuh. Lalu saya membaca artikel tentang PH sabun yang tidak cocok untuk area kewanitaan, sehingga saya menghentikannya. Namun ‘kesadaran’ itu belum juga muncul sampai saya menginjak bangku kuliah, alias saya masih menyepelekan pentingnya peran produk perawatan bagian intim. Masalah makin terasa nyata ketika gejala-gejala tidak mengenakkan muncul seperti bagian intim yang mengeluarkan cairan abu-abu, terasa gatal, basah dan lembab karena tidak terjaga, belum lagi kecerahan bagian V yang ada di titik terendahnya. Percaya diri langsung nol. Disini saya baru sadar, oke saya harus mulai beli sesuatu untuk menjaganya!

Pekerjaan saya memang tidak menuntut banyak pergerakan karena sebagai penulis, seringkali saya hanya tinggal duduk di suatu tempat, mulai membuka laptop, dan diam disana untuk berjam-jam. Tapi ‘tanda-tanda’ di atas kembali muncul berulang kali, dan itu tentu tidak bisa dibiarkan. Kalau saya tidak banyak bergerak saja, tanda-tandanya terpampang nyata, apalagi banyak bergerak bukan? Apalagi sekarang saya mulai melakukan gym dan juga kegiatan-kegiatan lain yang banyak mengeluarkan keringat, daripada bertambah parah tentu saya memerlukan satu solusi untuk membuat area intim nyaman terlindungi.

Pencarian produk pembersih area intim yang tepat pun terus saya lakukan sampai akhirnya ada Lactacyd Herbal Pesona Area V. Lactacyd sendiri adalah brand international yang paling lengkap varian produk pembersihnya, ada yang diformulasikan untuk menjaga kesegaran daerah intim, mencerahkan, melindungi bahkan ada tisu khususnya untuk yang punya kebutuhan aktif dimana-mana. Nah, Lactacyd Herbal ini adalah varian terbarunya yang baru rilis dengan manfaat khusus untuk merawat daerah kewanitaan.

Sebelum memilih ini, saya mencoba beberapa merek produk lain juga sehingga ini jadi semacam ajang pembuktian mana yang lebih tepat untuk permasalahan saya. Sebagai selera saja, saya kurang suka wangi pembersih kewanitaan yang terlalu menyengat dan terlalu manis. Saya lebih suka yang fresh, seperti dari bahan daun sirih dan semacamnya. Begitu tahu Lactacyd Herbal punya kandungan sirih seperti yang saya incar, ekspektasi saya langsung tinggi!





Kotak produknya warna putih dan tubuh produknya agak berbeda dari merek-merek lain yang biasanya berlekuk, ini cenderung agak lurus. Tes aromanya, sangat segar seperti yang saya mau. Ada nuansa manisnya tapi tidak berlebihan karena di kemasannya tertulis ada tiga kandungan alami yaitu ekstrak susu, ekstrak mawar dan ekstrak sirih. Sepertinya ekstrak susu ini yang membuat aromanya terasa manis, bercampur mawar yang memberi kesan harum dan tentu sirih yang membuatnya terasa menyegarkan. Tapi bukan cuma dari aroma, khasiat ketiganya diklaim mampu membersihkan, melembutkan dan merawat area V. Tentu harus dicoba terlebih dahulu walau sudah tergoda oleh kemasannya.








Waktu dicoba, cairannya berwarna keruh dan tidak kental, jadi hati-hati kalau menuangkan kebanyakan karena busanya bisa berlebihan. Saya tuangkan secukupnya mengikuti instruksi produk, awalnya kekhawatiran saya adalah takut terlalu terasa efek menthol-nya yang akan membuat tidak nyaman area V. Tapi Lactacyd Herbal sama sekali tidak seperti itu, efek segarnya terasa seimbang bersamaan dengan kesan bersih dan kesat setelah memakainya.

Biasanya juga masalah-masalah lain dari produk yang saya coba adalah produk tersebut hanya memberi rasa harum yang sesaat, tapi masalah di bagian intim V masih belum hilang : masih terasa basah, kasar dan gatal-gatal. Mungkin tidak bisa juga bilang ini produk ajaib, tapi selama pemakaian dua minggu ini khasiatnya mulai terasa kok. Yang paling terasa adalah daerah kewanitaan yang lebih lembut dan anti bau tidak sedap. Kabar menggembirakan lainnya tentu karena produk ini telah teruji secara dermatologi bisa digunakan setiap hari yang berarti tidak berbahaya dengan batasan dua kali sehari sesuai anjuran kemasannya.

Tapi mungkin akan ada yang bertanya lagi, sebegitu pentingnya kah memilih Lactacyd Herbal sebagai produk pembersih kewanitaan? Apa benar khasiat dan manfaatnya bisa menjawab kebutuhan kita sebagai perempuan Indonesia?

Kalau saya sebagai penulis, tentu saya ingin menanggalkan anggapan lama bahwa  kehidupan penulis itu identik dengan jorok dan tidak beraturan. Penulis juga harus tampil bersih dan sehat, untuk setiap bagian tubuhnya bahkan yang paling intim sekalipun. Ini terdengar remeh, tapi sebenarnya tidak karena bahkan dari hal yang paling kecil (dan intim sekalipun) kepercayaan diri bisa diolah. Dengan Lactacyd Herbal, saya merasa inilah salah satu perlengkapannya untuk mendukung hidup, pekerjaan dan mimpi saya sehari-hari. Cheers!








Tulisan ini diikutsertakan untuk kompetisi blog menulis tentang Lactacyd Herbal Pesona Area V. Untuk tahu lebih lanjut seputar informasi produk, manfaat dan kebutuhan bisa kunjungi :


Fanspage FB : Lactacyd ID
Twitter : @lactacyd_ID
Web : http://www.lactacyd.co.id
\